KH. Sholeh Darat dan RA Kartini

WhatsApp Image 2019-04-21 at 08.37.35

Kita semua telah mengetahui bahwa tanggal 21 April Merupakan salah satu Hari Besar Nasional di negara Indonesia. Hari besar Nasional tersebut diadakan bertujuan untuk mengenang tokoh emansipasi wanita indonesia yang bernama RA (Raden Ajeng) Kartini.  Momentum diambilnya tanggal 21 sebagai hari kartini didasarkan pada tanggal kelahiranya yaitu 21 April 1879.

Raden Ajeng Kartini merupakan perempuan indonesia keturunan bangsawan jawa. Sebagai keturunan bangsawan kartini terikat pada aturan aturan feodalisme yang  menginkat dirinya. Keinginannya untuk melanjutkan pendidikan ketika yang lebih tinggi  harus pupus di tengah jalan karena berdasarkan aturuan Kartini sudah mulai masuk massa dipingit pengertian dipingit silahkan cari sendiri ya!!!. Namun Kali ini saya tidak akan membahas perjuangan melawan feodalisme karena sudah banyak tertulis dalam buku sejarah.  biar gak membosankan saya ingin mengulas sisi lain dari kartini. Boleh kan ????. Boleh aja deh.

Kartini berbeda dengan wanita jawa kebanyakan yang penurut dan lain lain. Kartini merupakan perempuan indonesia yang kritis. Salah satu kekritisannya yaitu terhadap kebiasaan beragama pada zaman itu. Kartini mengkritisi adanya larangan penerjamahan dan penfasiran Al- quran. Kartini menilai bahwa kandungan Al quran merupakan panduan utama umat islam dan sudah seharusnya ummat islam mengetahui apa makna dari Al quran tersebut. keingintahuan Kartini akan makna al quran  akhirnya mendapatkan titik terang. Titik terang tersebut muncul ketika Kartini menghadiri pengajian yang diselenggarakan di Rumah Pamamnya. Pengajian tersebut menghadirkan guru yang mashur dari semarang Yaitu KH. Sholeh Darat. Guru yang menjadi guru dari ulama-ulama di indonesia. Salah satu Santrinya  KH. Hasyim Asy’ari Pendiri NU dan KH. Achmad Dahlan Pendiri Muhammadiyah.  Pada pengajian tersebut Pembahasan yang di sampaikan KH. Sholeh Darat menarik perhatian kartini. Kartini merasa tertarik dengan pembahasan tafsir Surat Al Fatihah yang di bahas oleh KH. Sholeh Darat pada pengajian tersebut.

Ketertarikan kartini membawa dirinya pasca pengajian berakhir menemuai KH. Sholeh Darat. Pada pertemuan dengan KH. Sholeh darat kartini menyampaikan keluh kesahnya. Pada pertemuan tersebut kartini berkata “ Kiai selama hidupku baru kali inilah aku sempat mengerti makna arti dari surat-surat pertama, dan induk dari al quran yang isinya begitu indah menggetarkan sanubariku. Maka bukan buatan rasa syukur hati aku kepada allah namun aku heran tiada habis-habisnya mengapa selama ini para ulama’ kita melarang keras penerjemahan dan penafsiran al quran dalam bahasa jawa. Bukankah al quran ini justru kitab pimpinan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia “.  Kegelisahan kartini di Jawab dengan oleh KH. Sholeh Darat. Beliau Menulis kitab tafsir bernama tafsir Faidlur Rahman tafsir al quran dalam bahasa jawa menggunakan aksara jawa pegon.

Pasca pertemuan tersebut KH. Sholeh Darat menjadi guru Spiritual Kartini. Bahkan ketika kartini menikah sang guru memberikan hasil tafsiran al Qurannya  sebagai hadiah pernikahan Kartini. Kartini mengemontari hadiah pemberian gurunya yang begitu istimewa bagi dirinya. Kartini berkata “ Selama ini surat Al Fatihah gelap artinya bagi saya. Saya tidak mengerti sedikitpun  maknanya. Tetapi sejak hari ini dia menjadi terang benderang sampai pada makna tersiratnya sebab romo kiai telah menerangkannya dalam bahasa yang saya pahami”. Melalui perantara KH. Sholeh darat Kartini terbantu memehami isi Al quran dan kartini terpikat pada satu ayat yang menjadi favoritnya yakni : Orang-orang beriman dibimbing Allah dari kegelapan menuju Cahaya (Qs 2:257). Armin Pane sastrawan islam yang menyusun surat-surat kartini memberi judul mengadopsi ayat favorit kartini dengan judul habis gelap terbitlah terang

Dalam lembaran sejarah Indonesia yang diajarkan di sekolah kita tidak menemukan goresan tinta emas yang ditorehkan oleh KH. Sholeh darat. Peranan KH. Sholeh Darat sangat besar dalam kehidupan Kartini. Melalui perantara KH. Sholeh Darat Kartini mendapatkan Jawaban-jawaban atas segala kegelisahannya terkait kehidupan beragama yang  dilakukan oleh masyarakat. Cahaya yang terang benderang yang didapatkan setelah mengaji Al quran dari KH. Sholeh darat banyak merubah pola pikir dan sikap dalam kehidupan kartini kedepannya.  Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s